Bantuan untuk Aceh

Rakyat Hungaria Himpun Sumbangan 2 Juta Euro
Jakarta, 2 Pebruari 2005 15:00

Dubes Hungaria untuk Jakarta mengatakan, rakyat negara Eropa Timur itu, menghimpun sumbangan senilai 2 juta Euro (sekitar Rp22 miliar) untuk korban gempa dan tsunami Aceh dan Nias.

"Rakyat Hungaria mengumpulkan dana itu sebagai rasa simpati kepada korban gempa dan tsunami. Rakyat Hungaria sebetulnya berpendapatan perkapita masih rendah," kata Dubes Hungaria, Gyorgy Buztin, setelah bertemu Ketua DPR Agung Laksono di Jakarta, Rabu.

Dubes mengatakan, pemerintah Hungaria berencana terlibat dalam rekonstruksi dan rehabilitasi pasca-tsunami antara lain dengan mengirim sejumlah tenaga ahli dan mengerahkan relawan palang merah.

Di samping itu pemerintah Hungaria berencana membuat klinik-klinik untuk menangani anak-anak Aceh yang menjadi yatim piatu.

Penanganan itu dimaksudkan untuk menyembuhkan gangguan psikologis dan traumatik pasca-bencana, kata Dubes Buztin.

Dalam pertemuan di gedung DPR itu Dubes dan Ketua DPR membicarakan rencana kunjungan parlemen Hungaria ke Indonesia akan yang dilakukan pertengahan tahun ini.

Setelah bertemu Dubes Hungaria, Agung Laksono menerima Dubes Filipina Shulan O. Primavera. Usai pertemuan itu, Agung mengemukakan kepada wartawan, pembicaraan dengan Dubes Filipina tidak menyinggung secara khusus masalah teroris Dulmatin yang kabarnya tertembak pasukan Filipina.

Agung mengatakan Kedubes Filipina dalam waktu dekat akan memberikan informasi mengenai kasus Dulmatin tersebut.

Kedatangan Dubes Filipina ke DPR juga terkait rencana penyelenggaraan sidang Parlemen ASEAN pada 3-8 April di Filipina.

Ketika ditanya tentang pengusiran TKI di Malaysia, Agung mengatakan pembicaraan mengenai TKI perlu dilakukan di tingkat kepala pemerintahan.

"Pemerintah harus menangani secara serius soal TKI ini karena mereka yang berjumlah 500 ribu lebih hanya diberi kesempatan enam hari untuk tinggal di Malaysia. Jangan sampai ada TKI yang menerima hukuman karena mereka tak mengetahui informasi mutakhir mengenai batas waktu tinggal di Malaysia," kata Agung Laksono. [TMA, Ant]
__________________________________________________